Rabu, 23 November 2011

Bawalah Aku Kembaliiii.....

bila ada tawa di dunia ini
maka ada tangis di sampinya..
bila ada keberhasilan di dunia ini
maka ada kegagalan di sampinya

  ya allahh....
hidupku mungkin hanya sesaat
namun biarkanlah hidupku menjadi cahaya bagi orang lain
bagi siapapun yang kucinta
dan cinta kepadaku
bawa aku kembali....

  ya allah....
dalam masa-masa indah itu walaupun hanya sesaat,,

Kamis, 17 November 2011


Medali emas itu antara lain disumbangkan atlet cabang olahraga karate, sepatu roda, dayung, taek wondo, sepeda gunung, dan menembak.
Cabang beladiri karate yang digelar di Tennis Indoor, Jakarta, menyumbangkan dua emas, seperti dilaporkan kantor berita Antara.
Dua emas itu diraih karateka Faizal Zainudin pada nomor kata perorangan putra, serta Flanty Enoch pada kata perorangan putri, di arena tenis in door Senayan, Jakarta.
"Ini mungkin medali emas saya yang pertama dan terakhir. Ke depan saya mungkin berat untuk tetap eksis mengingat usia," ujar Flenty Enoch, yang kelahiran 23 Mei 1974 ini.
Di cabang sepatu roda, dua medali emas diraih Ajeng Anindya Prasalita dan M. Oky Andriyanto, untuk nomor point-to-point 5.000 meter.
"Ini mungkin medali emas saya yang pertama dan terakhir. Ke depan saya mungkin berat untuk tetap eksis mengingat usia."
Flenty Enoch, karateka putri
Sementara itu, atlet menembak Indonesia yang juga anggota polisi, Anang Yulianto, berhasil mendapatkan emas pada nomor 25 meter standard pistol, di Stadion Jakabaring, Palembang.
Di arena dayung, atlet dayung Masrifah dan Kanti Rasima menambah koleksi medali emas Indonesia, setelah mereka mengungguli lawan-lawannya pada nomor disiplin kayak beregu (K4) 500 meter.

"Emas ini, tentu saja, akan saya dedikasikan untuk orang tersayang: orang tua dan pacar," ujar Kanti kepada wartawan, usai menerima penganugerahan medali di arena danau Cipule, Karawang, Sabtu (12/11) siang.

Taek wondo tiga emas

Sedangkan dari cabang beladiri taekwondo, Indonesia menyabet tiga medali emas di arena Sport Hall Cibubur, Jakarta Timur.
Seperti dilaporkan Antara, atlet Lessita Draningra meraih satu medali emas pada nomor Poomsae tunggal putri.
Rekannya, Daniel Danny Harso juga menyumbang emas untuk Indonesia di nomor Pommsae tunggal Putra.
Keberhasilan meraih emas juga disumbangkan Daniel, Asep Santoso dan Fazza Fitricahyo pada nomor Poomsae beregu putra.
"Berikan yang terbaik buat negara, kalau bonus, terserah timlah"
Risa Suseanti, atlet sepeda gunung
Di hari kedua SEA Games ini, para atlet cabang sepeda gunung ikut berperan pula menambah pundi emas Indonesia.
Pada nomor downhill putri, atlet andalan Indonesia Risa Suseanti mampu unjuk gigi dan meraih emas. "Berikan yang terbaik buat negara, kalau bonus, terserah timlah," katanya, agak terkekeh, seperti dilaporkan situs resmi SEA Games 2011.
Medali emas juga disumbangkan atlet sepeda gunung putra, Purnomo, pada nomor yang sama, yang digelar di kawasan Gunung Pancar, Sentul, Jawa Barat.
Dengan memperoleh 13 medali emas, Indonesia untuk sementara berada di peringkat pertama, disusul Singapura dan Thailand.
Sedangkan tiga peringkat terbawah adalah Brunei Darussalam, Kamboja, serta Timor Leste, yang belum berhasil menyabet satu pun medali.

3 Atlet Judo Garuda ke Semifinal

Jum'at, 18 November 2011 14:01 wib
JAKARTA - Cabang Olahraga Judo di event SEA Games XXVI sudah memasuki hari kedua. Indonesia mengirimkan tiga atletnya ke babak semifinal.

Bertempat di Gedung Olah Raga (GOR), Jumat (18/11/2011), cabor Judo menggelar empat nomor. Diantaranya di nomor Up 60 kg dan di nomor Up 66 kg untuk kategori pria dan di nomor Up 48 kg, dan di nomor Up 52 kg untuk kategori wanita.

Indonesia sendiri telah mengirimkan empat atletnya di masing-masing nomor yang dipertandingkan. Dari keempat nomor itu, Garuda berhasil mengirimkan tiga atletnya ke babak semifinal.

Untuk nomor Up 60 kg pria, Budi Hidayat berhasil masuk ke babak semifinal dengan mengalahkan atlet Malaysia, Muhamad Syaiful. Budi akan bertemu atlet Vietnam, Dahryll Lucero di babak semifinal.

Pada nomor Up 66 kg pria, Indonesia berhasil meloloskan atletnya Peter Taslim, setelah mengalahkan Palitha Phrommala. Di babak semifinal nanti, Peter akan berhadapan dengan atlet Vietnam, Nguyen Dinh Loc.

Tati Rohaeti menjadi wakil terakhir dari Indonesia yang berhasil lolos ke babak semifinal. Dia turun di nomor Up 52 kg setelah berhasil mengalahkan Thi Thanh Minh Duong dari Vietnam, lewat perpanjangan waktu. Di babak semifinal nanti, Tati akan ditantang Phonenaly Syharath dari Laos.

Sementara satu-satunya atlet yang gagal lolos ke babak semifinal adalah Dewinda Ariani Trisna yang turun di nomor Up 48 kg. Dia dikalahkan atlet dari Philipina, Helen Dawa. Partai semifinal sendiri akan dilangsungkan pada jam 2 siang.

Hingga hari kedua ini, Indonesia masih memimpin daftar perolehan medali untuk Cabor Judo. Garuda memimpin dengan dua medali emas di hari pertama. Kedua emas tersebut dihasilkan pasangan Embun Cahyono/Suliswanto di nomor Kata Beregu dan Toni Irawan di nomor Up 55 kg

Hari Terakhir, Loncat Indah Sumbang Perak-Perunggu

Kamis, 17 November 2011 01:07 wib
PALEMBANG - Cabang Loncat Indah gagal menyumbang medali emas. Di hari terakhir, tim Indonesia hanya mampu menyumbang perak dan perunggu.

Cabang loncat indah melombakan nomor papan 3 meter individu putra dan 10 meter individu putri pada hari terakhir, Rabu (16/11/2011). Di kategori putra, Indonesia hanya menyumbangkan medali perak yang didapat dari Akhmad Sukran Jamjani. Dalam enam lompatan yang dilakukan, Sukran mengoleksi 401.85 poin.

Sukran harus mengakui keunggulan atlet Malaysia, Yeoh Ke Nee yang sukses mendulang emas setelah menorehkan poin 485.15 poin. Sementara medali perunggu direbut atlet Malaysia lainnya, yakni Ahmad Amsyar dengan 397.30 poin.

"Saya cukup puas dengan hasil ini (perak), mengingat saya baru bergabung pelatnas bulan Juli (empat bulan)," tutur atlet senior yang telah membela Indonesia sejak SEA Games 1999 ini.

Sementara itu, pada nomor papan 10 meter kategori putri, Indonesia hanya mampu mendulang perunggu. Medali perunggu dipersembahkan Della Dinarsari Harimurti yang mengumpulkan 250,5 poin.

Medali emas dan perak pada nomor yang hanya diikuti empat peserta ini direbut oleh atlet Malaysia, yakni Pandelela Rinong Pamg dengan 342,9 poin dan Ling Kar Kam dengan 260,85 poin.
Dengan hasil ini, Indonesia total mendulang satu emas, tiga perak dan tiga perunggu dari enam nomor yang dilombakan. Meski demikian, hasil ini sudah melewati target yang dipasang PB PASI.

BERITA SEA GAMES


11 rekor renang dipecahkan pada SEA Games 2011
Jumat, 18 November 2011 11:34 WIB | 3133 Views
Berita Terkait
Palembang (ANTARA News) - Sebanyak 11 rekor baru SEA Games dari beberapa nomor perlombaan renang berhasil dipecahkan oleh perenang dari Indonesia, Thailand, Singapura dan Vietnam pada SEA Games XXVI/2011 di Stadion Akuatik Jakabaring, Palembang.

Panitia cabang renang SEA Games 2011, Herlambang di Palembang, Jumat mengatakan, dari 11 rekor baru SEA Games 2011 yang dipecahkan para perenang tersebut atlet Indonesia dan Thailand berhasil memecahkan tiga rekor baru, atlet dari Vietnam satu rekor baru dan Singapura berhasil memecahkan empat rekor baru SEA Games kali ini.

Dari 38 medali emas yang diperebutkan pada SEA Games 2011, ada sebanyak 11 rekor baru SEA Games yang terpecahkan dari kola renang Satdion Akuatik Jakabaring yang bertaraf internasional tersebut.

Pada hari pertama perlombaan cabang renang ada dua rekor baru SEA Games yang dipecahkan oleh atlet Thailand atas nama Nutthapong Ketin dinomor 200 meter gaya dada putra dengan waktu 2 menit 12,99 detik atau lebih cepat dari rekor lama 2 menit 13,42 detik atas namanya sendiri diciptakan pada 2009.

Rekor kedua yang tercatat pada perlombaan renang tersebut diraih oleh Li Tao dari Singapura pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu waktu 58,84 detik dari rekor lama 59,24 detik atas nama dirinya diciptakan pada 2009.

Kemudian rekor ketiga dibuat perenang Thailand atas nama Natthanan Jungkrajang nomor 400 meter gaya ganti perorangan waktu 4 menit 50,88 detik lebih cepat dari rekor lama 4 menit 51,87 detik atas nama Jocelin Yeo asal Singapura pada 1999.

Rekor keempat pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu atas nama perenang Vietnam, Quy Phuoc Hoang dengan waktu 53,07 detik sedangkan rekor lama 53,82 detik dibuat oleh Daniel Bego asal Malaysia pada 2009.

Rekor kelima diciptakan oleh diciptakan perenang Indonesia Yessy Yosaputra pada nomor 200 meter gaya punggung putri waktu 2 menit 15,73 detik lebih cepat dari rekor lama atas nama Akkiko Thomson asal Filipina waktu 2 menit 16,76 detik pada 1993.

Kemudian rekor keenam dinomor 200 meter gaya kupu-kupu putra diciptakan oleh Joseph Issac Schooling dari Singapura waktu 1 menit 56,67 detik sedang rekor lama 2 menit 00,45 detik oleh James Walsh asal Filipina pada 2007.

Rekor ketujuh 50 meter gaya bebas putri diciptakan perenang Singapura atas nama Xiang QI Amanda Lim catatan waktu 25,77 detik sedang rekor lama 25,82 detik atas namanya sendiri dibuat pada 2009.

Rekor SEA Games cabang renang yang kedelapan diciptakan oleh perenang Indonesia I Gede Siman Sudartawa nomor 100 meter gaya punggung dengan waktu 55,59 detik lebih cepat dari rekor lama 56,16 detik yang dibuat Lim Keng Liat asal Malaysia pada 2001.

Rekor kesembilan pada nomor 100 meter gaya punggung putri oleh perenang Singapura atas nama Li Tao waktu 1 menit 02,11 detik sedang rekor lama 1 menit 02,96 detik dibuat atas namanya sendiri pada 2009.

Kemudian rekor baru kesepuluh diciptakan oleh perenang Nutthapong Ketin dari Thailand waktu 2 menit 02,90 detik sedang rekor lama 2 menit 03,54 detik dibuat Rattapong Sirisanot juga dari Thailand pada 2003.

Rekor kesebelas atau terakhir pada nomor 400 meter estafet gaya ganti putra diciptakan oleh tim Indonesia dengan waktu 3 menit 41,35 detik dari rekor lama juga atas nama tim Indonesia waktu 3 menit 41,72 detik pada 2009.
(N009)

Indonesia U-23, Malaysia U-23, Indonesia U-23 - Malaysia U-23

Sumarno
Timnas Indonesia yang bermain dengan banyak pemain cadangan tampil grogi di babak pertama, sehingga hal tersebut mampu dimanfaatkan oleh Malaysia yng tampil dengan kekuatan penuh. Gol tunggal Malaysia di menit ke-17 melalui sontekan Syahrul Azrawi membuat Malaysia unggul dengan skor 1-0.
 Pada babak kedua permainan Indonesia sudah jauh lebih baik, namun peluang-peluang emas yang didapat gagal dimanfaatkan sehingga kedudukan 1-0 untuk Malaysia tidak berubah.
Pertandingan langsung berjalan dengan tempo cepat. Malaysia mengambil inisiatif serangan terlebih dahulu pada menit ke-empat melalui tendangan jarak jauh yang dilepaskan oleh Bakhtiar Baddrol.
Pada menit ke-17, melalui serangan balik yang cepat, setelah usaha Ferdinand Sinaga berhasil dipatahkan Khairul Fahmi, Malaysia berhasil mencetak gol dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 melalui tendangan Syahrul Azwari yang berhasil mengoyak jala Andritany
Indonesia mencoba menekan setelah tertinggal satu gol, namun pada menit ke-25 Malaysia hampir menggandakan kedudukan apabila sundulan pemain Malaysia tidak membentur tiang gawang.
Di sisa waktu babak pertama, Indonesia terus mengurung pertahanan Malaysia, namun rapatnya pertahanan tim juara bertahan tersebut mampu menjaga kedudukan 1-0 tetap bertahan hingga babak pertama berakhir.
Pada babak kedua, Indonesia langsung menggebrak melalui sontekan Titus Bonai yang lolos dari jebakan offside, namun sayang tendangan striker Persipura Jayapura tersebut masih melenceng tipis di sisi kiri gawang Fahmi.
Delapan menit kemudian, seakan mengulang peluang sebelumnya, Titus Bonai kembali lolos offside di daerah yang sama, namun sayang bola kembali meleset tipis juga di tempat yang sama.
Panasnya pertandingan tampaknya membuat pelatih Malaysia Ong Kim Swee melakukan protes yang terlalu keras sehingga diusir keluar oleh wasit pada menit ke-69.
Indonesia terus mengurung pertahanan Malaysia, pada menit ke-79 Oktovianus Maniani yang masuk menggantikan Lukas Mandowen hampir menyamakan kedudukan melalui tandukannya, namun sayang bola masih melayang di atas mistar gawang.
Pada menit ke-92, giliran Ferdinand Sinaga mempunyai peluang emas untuk menyamakan kedudukan tetapi Khairul Fahmi berhasil mengantisipasi tendangan tersebut dengan baik. Di sisa waktu, Indonesia gagal mencetak gol sehingga kedudukan 1-0 tetap bertahan hingga pertandingan usai.
Dengan kemenangan tersebut, Malaysia berhak memuncaki grup A dan akan menghadapi Myanmar di semi-final sementara Indonesia akan menghadapi juara grup B yaitu Vietnam.



Jakarta - Sampai hari ketujuh SEA Games 2011 digelar, Indonesia makin meninggalkan rivalnya dengan menembus 100 medali emas. Pertarungan sengit terjadi diperingkat dua antara Vietnam dan Thailand.

Pada hari Kamis (17/11/2011) secara luar biasa, Indonesia total menambah 21 medali emas, 16 perak serta 6 keping perunggu untuk total mengumpulkan 108 medali emas, 81 perak, dan 76 perunggu, antara lain lewat cabor ski air, panjat tebing, renang, gulat serta panahan.

Vietnam dan Thailand saling kejar mengejar medali emas. Vietnam saat ini unggul 4 emas dari Thailand yang masih harus menunggu untuk mencuri posisi runner-up.

Sementara itu Malaysia akhirnya bisa menyodok keperingkat empat menggeser Singapura. 'Negeri Jiran' itu menambah 9 emas, sementara Singapura hanya bisa menambah tiga keping saja.

Inilah klasemen sementara perolehan medali SEA Games XVII, hingga Jumat pagi WIB (18/11/2011) pukul 06.00:
Pos  Negara  Emas  Perak  Perunggu
1.  Indonesia  108-81-76
2. Vietnam  68-63-64
3. Thailand 64-58-69
4. Malaysia 37-37-51
5. Singapura 32-36-56
6. Filipina 19-33-42



Minggu, 06 November 2011

kenapa semuanya berubah begitu cepatnya,,
maafkan aku teman jika aku sudah membuat semuanya sakit hati oleh sikap aku
aku pengen kalian semua maafin aku,,ini semua hanya kesalah pahaman.. . .
aku ingin kita berkumpul seperti dulu lagi ,,tertawa bersama susah senang kita hadapi bersama-sama. .


semoga masalah ini cepat selesai ,,dan kita bisa berkumpul bersama-sama lagi,,
dan semoga kalian bisa lebih befikir dewasa ,,dan semuanya ini hanyalah kesalah pahaman